Renovasi Husein Dimulai April 2010

BANDUNG, (PR).

PT Angkasa Pura siapkan dana Rp 77 miliar untuk melakukan penebalan landasan (.overlay), renovasi, dan pembangunan terminal baru di Bandara Husein Sastranegara. Dengan peningkatan itu jumlah layanan penumpang diharapkan naik dari rata-rata 2.200 penumpang per hari tahun 2009 menjadi 4.000 penumpang per hari di akhir 2010.

Demikian dikatakan General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Husein Sastranegara Bandung, Mulya Abdi, di rapat koordinasi pengoptimalan Bandara Husein, yang dilangsungkan Kadjn Jabar, di RM Sindang Reret, Senin (22/2)."Overlay rencananya akan dimulai April 2010, sedangkan renovasi dan mulai dilakukan pada pertengahan tahun. Dengan adanya penebalan, bisa digunakan pesawat berbadan besar seperti Airbus 320," ujar Mulya Abdi.

Diperkirakan biaya untuk overlay landasan sepanjang 2.200 meter di Bandara Husein mencapai Rp 45 miliar.Sementara untuk renovasi, terminal lama Bandara Husein akan diubah menjadi terminal yang khusus untuk penerbangan domestik, sedangkan untuk terminal internasional akan dibuat bangunan baru dua lantai, di atas lahan 2.000 meter persegi. Biaya yang dibutuhkan untuk renovasi dan pembangunan terminal, baru diperkirakan mencapai Rp 30 miliar.

Sementara itu, dalam acara yang juga dihadiri Kadishub Jabar dan Komandan Lanud Husein Sastaranegara, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno mengatakan optimalisasi Bandara Husein memang harus segera Sekalipun rencana pembagunan Bandara Internasional Kertajati sudah dipastikan."Kalau hanya menunggu Bandara Kertajati, yang belum bisa dipastikan kapan selesainya, kita bisa kehilangan momentum. Terutama memanfaatkan era ACFTA, baik untuk pariwisata maupun perdagangan," katanya.

Sementara Sekum Asita, Yachya Machmoed mengatakan, pengembangan Bandara Husein dipastikan akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Bandung,. Diperkirakan ada 12 maskapai penerbangan yang akan menggunakan Bandara Husein pasca-ouer/ai/.Sementara potensi pasar masih banyak yang bisa digarap untuk penerbangan ke dan dari Bandung, dengan memaksimalkan pasar negara-negara ASEAN. Seperti ke Kuching, Kinaballu, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darusallam yang potensial. (A-135)***

Sumber : bataviase