KM 11 Tahun 2010 tentang Kebandarudaraan Nasional

Menteri Perhubungan Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan No.KM 11 Tahun 2010 tertanggal 5 Februari 2010 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Dalam Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menhub tersebut dinyatakan bahwa yang dimaksud denganBandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya, yang terdiri atas bandar udara umum dan bandar udara khusus yang selanjutnya bandar udara umum disebut dengan Bandar udara.

Selanjutnya pada Pasal 1 ayat 21 disebutkan bahwa Bandar Udara Intemasional adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri. Kemudian dijelaskan pada Pasal 7 ayat 2 bahwa Bandar Udara Internasional dikelompokkan atas:

  • bandar udara internasional utama
  • bandar udara internasional regional
  • bandar udara internasional penerbangan haji
  • bandar udara internasional angkutan kargo.

Yang dimaksud dengan Bandar udara internasional utama pada pasal 7 ayat 3 adalah bandar udara yang ditetapkan melalui perjanjian bilateral dan/atau multilateral sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri serta rute penerbangan dari dan ke luar negeri dengan hak angkut (traffic right), kapasitas dan frekuensi penerbangan yang tak terbatas yang ditetapkan melalui perjanjian bilateral dan/atau multilateral yang telah memberlakukan pembukaan pasar angkutan udara menuju ruang udara tanpa batasan hak angkut untuk angkutan penumpang dan kargo.

Sementara itu, pada pasal 7 ayat 4 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Bandar udara internasional regional adalah bandar udara yang ditetapkan dengan hak angkut (traffic right), kapasitas dan frekuensi penerbangan terbatas (limited capacity) yang ditetapkan melalui perjanjian bilateral dan/atau multilateral.

Selanjutnya pada Pasal 7 ayat (5) disebutkan bahwa Bandar udara intemasional penerbangan haji merupakan bandar udara yang ditetapkan melalui surat keputusan bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Agama sebagai bandar udara embarkasi/debarkasi haji yang melayani rute penerbangan khusus angkutan haji.

Sedangkan pada pasal 7 ayat 6 dijelaskan bahwa Bandar udara internasional angkutan kargo merupakan bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani angkutan kargo dengan rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri yang ditetapkan melalui perjanjian bilateral dan/atau perjanjian multilateral.

Lebih jelasnya bisa dilihat tabel dibawah ini :

Sumber : Bandara

Renovasi Husein Dimulai April 2010

BANDUNG, (PR).

PT Angkasa Pura siapkan dana Rp 77 miliar untuk melakukan penebalan landasan (.overlay), renovasi, dan pembangunan terminal baru di Bandara Husein Sastranegara. Dengan peningkatan itu jumlah layanan penumpang diharapkan naik dari rata-rata 2.200 penumpang per hari tahun 2009 menjadi 4.000 penumpang per hari di akhir 2010.

Demikian dikatakan General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Husein Sastranegara Bandung, Mulya Abdi, di rapat koordinasi pengoptimalan Bandara Husein, yang dilangsungkan Kadjn Jabar, di RM Sindang Reret, Senin (22/2)."Overlay rencananya akan dimulai April 2010, sedangkan renovasi dan mulai dilakukan pada pertengahan tahun. Dengan adanya penebalan, bisa digunakan pesawat berbadan besar seperti Airbus 320," ujar Mulya Abdi.

Diperkirakan biaya untuk overlay landasan sepanjang 2.200 meter di Bandara Husein mencapai Rp 45 miliar.Sementara untuk renovasi, terminal lama Bandara Husein akan diubah menjadi terminal yang khusus untuk penerbangan domestik, sedangkan untuk terminal internasional akan dibuat bangunan baru dua lantai, di atas lahan 2.000 meter persegi. Biaya yang dibutuhkan untuk renovasi dan pembangunan terminal, baru diperkirakan mencapai Rp 30 miliar.

Sementara itu, dalam acara yang juga dihadiri Kadishub Jabar dan Komandan Lanud Husein Sastaranegara, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno mengatakan optimalisasi Bandara Husein memang harus segera Sekalipun rencana pembagunan Bandara Internasional Kertajati sudah dipastikan."Kalau hanya menunggu Bandara Kertajati, yang belum bisa dipastikan kapan selesainya, kita bisa kehilangan momentum. Terutama memanfaatkan era ACFTA, baik untuk pariwisata maupun perdagangan," katanya.

Sementara Sekum Asita, Yachya Machmoed mengatakan, pengembangan Bandara Husein dipastikan akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Bandung,. Diperkirakan ada 12 maskapai penerbangan yang akan menggunakan Bandara Husein pasca-ouer/ai/.Sementara potensi pasar masih banyak yang bisa digarap untuk penerbangan ke dan dari Bandung, dengan memaksimalkan pasar negara-negara ASEAN. Seperti ke Kuching, Kinaballu, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darusallam yang potensial. (A-135)***

Sumber : bataviase

April 2010, Soekarno Hatta & Ngurah Rai Siap Tax Refund

Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta - April 2010, Bandar Udara Soekarno Hatta dan I Gusti Ngurah Rai bakal menjadi proyek percontohan penerapan tax refund dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

"Pemerintah belum bisa siapkan secara penuh tax mengenai tax refund di seluruh bandara. Namun tahun 2010 baru Jakarta dan Bali saja yang memang sudah diusulkan oleh Menkeu kepada Dirjen Pajak," ungkap Kepala Sub Direktorat Perpajakan I, Dirjen Pajak, Hestu Yoga Saksama dalam sosialisasi UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPn dan Pajak Penjualan Barang Mewah di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (19/12).

Tax refund tersebut akan diberlakukan bagi wisatawan manca negara (wisman), sebagai pemanis agar lebih banyak menarik wisman untuk berkunjung ke Indonesia.

Kebijakan penerapan tersebut telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang pajak penjualan atas barang mewah. Namun, untuk penerapan tax refund di Bandara Ngurah Rai Bali masih dalam proses finalisasi. "Yang jelas Jakarta pasti lah, kita sudah usulkan Bali juga jadi ditunggu saja," ujarnya.

Dan untuk membantu mengenalkannya kepada masyarakat, Dirjen Pajak menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata. "Nanti kami akan minta kepada dinas pariwisata untuk mengiklankan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz menambahkan penerapan tax refund harus segera diberlakukan oleh pemerintah. Pasalnya hanya Indonesia saja yang masih belum merealisasikannya. "Jika Undang-undang nomer 42 berlaku April 2010, maka sudah tidak ada lagi yang menjadi kendala karena undang-undangnya sudah jelas," papar Harry pada kesempatan yang sama. [san/mre]

Sumber : Inilah

Mengapa Pesawat dapat terbang ?

Mengapa Pesawat Terbang Dapat Terbang: Generation of Lift

Pada suatu hari di kantor di bilangan Jakarta Pusat, Anda mendadak mendapat telepon bahwa Anda ditugaskan untuk berangkat ke Manado untuk suatu pekerjaan. Anda dijadwalkan untuk terbang meninggalkan Jakarta keesokan harinya pada pukul 8 pagi. Pernahkah Anda bertanya, mengapa pesawat terbang bisa terbang di udara? Adakah sesuatu yang salah dengan hukum gravitasi Mr. Newton? Bukankah segala sesuatu yang tidak digantung dan tidak nempel ke tanah harus jatuh kembali ke tanah?

Weight

Setiap sesuatu yang menempati ruang, memiliki massa. Setiap massa yang terpengaruh oleh medan gravitasi, memiliki berat. Hal ini juga berlaku dengan pesawat terbang. Setiap komponen pesawat terbang, mulai dari rangka pesawat, penumpang, sampai dengan bagasi, menambah berat pesawat terbang tersebut.

Gaya berat ini yang menyebabkan setiap barang yang gak nempel ke tanah, atau yang tidak ditahan akan selalu jatuh ke tanah. Gaya berat selalu menarik segala sesuatu ke pusat gravitasi bumi.

Lift

Kalau begitu, pesawat harus ditahan supaya tidak jatuh, dong? Ya, pesawat terbang dapat mengudara karena ditahan oleh gaya angkat (lift) netto yang dihasilkan oleh seluruh badan pesawat. Tentunya, komponen terbesar yang menghasilkan gaya angkat adalah bagian sayap pesawat (wing). Bagaimana lift dihasilkan? Ada tiga nama yang harus disebutkan di sini, Mr. Newton, Mr. Coanda dan Mr. Bernoulli.

Hey, Mr. Newton!

Lift dihasilkan karena aliran udara dibelokkan ketika mengalir melewati sayap. Bahkan, tidak hanya ketika melewati sayap pesawat, lift juga dihasilkan ketika kita menaruh kertas di depan aliran udara pada suatu sudut tertentu. Kata kuncinya adalah: aliran dan pembelokan aliran tersebut. Coba dengan bermain pesawat kertas! Jika pesawat dilepas tanpa diberi dorongan ke depan, pesawat tersebut tetap akan jatuh ke tanah. Ini menunjukkan perlu ada aliran udara agar lift dapat dihasilkan.

Ketika aliran udara dibelokkan, terjadi aksi-reaksi antara aliran udara dan objek yang membelokkan udara tersebut (sayap, kertas). Ketika aliran udara yang awalnya lurus kemudian belok setelah melewati objek tersebut, kita kemudian bertanya, apa yang membengkokkan aliran tersebut. Ya, jawabannya adalah objek tersebut. Artinya, ada suatu gaya yang dikerjakan oleh objek tersebut terhadap aliran udara tersebut. Mr. Newton berkata, untuk setiap aksi akan ada reaksi yang sama besar pada arah yang berlawanan dari aksi tersebut. Objek tadi telah mengerjakan suatu aksi pada aliran udara tersebut, maka, aliran udara juga akan mengerjakan reaksi yang sama besar pada objek tersebut.

Mari kita liat apa yang terjadi pada pesawat kertas kita tadi.

The second guy, Mr. Coanda!

OK, sekarang kita telah mengerti bahwa lift dihasilkan karena arah aliran udara dibelokkan. Mengapa aliran udara tersebut bisa belok? Henri Coanda (1886-1972) menemukan suatu fenomena bahwa aliran fluida cenderung menempel ke permukaan di dekatnya. Artinya udara nggak bablas begitu saja, tetapi mengikuti bentuk permukaan di dekatnya. Artinya streamline aliran fluida tersebut akan berubah sesuai dengan bentuk permukaan di dekatnya. Hal ini menyebabkan aliran udara terbelokkan ketika mengenai kertas kita tadi (ataupun ketika melewati permukaan sayap).

Efek Bernoulli

Apa manifestasi nyata dari lift? Apabila berat pesawat dapat dilihat dari gravitasi bumi, lift dapat dilihat sebagai hasil dari perbedaan tekanan antara permukaan atas dan permukaan bawah sayap. Nett lift (gaya angkat netto) hanya bisa terjadi apabila tekanan di bawah sayap lebih besar daripada tekanan di atas sayap. Menurut Bernoulli, hal ini hanya bisa dihasilkan apabila kecepatan aliran di bagian bawah sayap pesawat lebih kecil daripada kecepatan aliran udara di bagian atas sayap pesawat.

And the rotating ball

Dapat juga diartikan sebaliknya bahwa lift dapat dihasilkan karena adanya perbedaan kecepatan di antara dua permukaan sehingga terjadi perbedaan tekanan. Hal ini dapat juga dilihat di olahraga tenis lapangan. Pemain tenis berusaha membuat bola mereka berputar (spin). Misalnya ketika melakukan topspin (bola diputar dengan pukulan raket dari bawah ke atas), ini membantu mencegah bola tenis jatuh di luar lapangan. Hal ini disebabkan ketika bola diberikan top spin, bola akan berputar seperti ditunjukkan di gambar di bawah ini. Dengan demikian, kecepatan aliran di atas bola lebih kecil daripada di bawah bola. Hal ini menyebabkan gaya ke bawah (Fm) pada bola tenis yang membantu mencegah bola tidak keluar lapangan.

More Advanced Topics

gambar:©2008 Lester Gilbert

gambar:©2008 Lester Gilbert

Bound Vortex and Kutta-Joukowski

Kutta dan Joukowski adalah dua orang yang memformulasikan bahwa lift dapat dihubungkan dengan sirkulasi/perputaran udara di sekitar suatu objek. Artinya, untuk setiap lift yang dihasilkan, ada suatu perputaran udara yang bisa diasosiasikan dengan lift tersebut. Ini yang dikenal dengan istilah bound vortex di sayap pesawat. Perputaran udara ini menghasilkan lift pada pesawat. Teorema sirkulasi yang dituliskan oleh Kelvin menyatakan bahwa karena pada awalnya ketika pesawat diam tidak ada sirkulasi sama sekali, vortex ini akan membentuk suatu loop yang agar total sirkulasi tetap nol. Akibatnya dapat dilihat seperti pada gambar di samping: adanya starting vortex dan tip vortex.

The Common Fallacies

Kesalahan-kesalahan yang sering ditemukan mengenai bagaimana lift dapat dihasilkan adalah sebagai berikut:

Teori "Longer path" or "Equal Transit Time"

Teori ini mengatakan bahwa airfoil pesawat di-design sedemikian agar panjang lintasan permukaan atas sayap lebih panjang daripada permukaan bawah sayap. Artinya molekul udara di sisi atas sayap harus bergerak lebih cepat daripada molekul di sisi bawah sayap agar mereka bertemu lagi di ujung trailing edge sayap. Teori ini walaupun kedengarannya benar, tetapi didasarkan pada asumsi yang salah, yaitu bahwa molekul udara harus bertemu lagi di ujung sayap. Kalau teori ini benar, kertas kita tadi tidak akan bisa menghasilkan lift. Pada kenyataannya, ada lift yang dihasilkan dari kertas yang diletakkan pada suatu angle-of-attack terhadap aliran udara.

Teori tumbukan molekul udara

Teori ini mengatakan bahwa lift dihasilkan dari tumbukan udara yang dibelokkan pada sisi bawah sayap. Teori ini salah karena hanya melihat pada sisi bawah sayap saja yang menyebabkan aliran udara membelok. Pada kenyataannya lebih banyak udara yang dibelokkan di sisi atas sayap dibandingkan dengan sisi bawah sayap.

Sumber : Ilmu Terbang

Nyaman bepergian dengan Pesawat Udara

Beberapa tahun terakhir, terdapat lonjakan yang cukup berarti jumlah masyarakat yang menggunakan jasa taransportasi udara. Berkembangnya beberapa perusahaan penerbangan yang menyediakan jasa angkutan udara dengan tarif relatif terjangkau oleh masyarakat luas, telah menjadi salah satu penyebab meningkatnya pemanfaatan angkutan udara. Naik pesawat terbang, bukan lagi menjadi hal yang sangat istimewa. Tentu saja, dengan segala keunggulannya dari sisi kecepatan, sehingga waktu tempuh menjadi semakin cepat, keamanan dan kenyamanan bahkan ternyata lebih efisien, telah menjadi pemikat tersendiri bagi masyarakat untuk memanfaatkannya.

Perkembangan yang baik ini tentu menggembirakan. Agar hal-hal positif ini senantiasa terjaga dan ke depan bisa memberikan kenangan baik dalam menggunakan jasa transportasi udara, akan di sampaikan beberapa kiat agar setiap pengguna jasa penerbangan merasa nyaman setiap bepergian dengan pesawat terbang.

a. Bagi calon penumpang.

1. Untuk rencana perjalanan yang bisa ditentukan jauh hari sebelumnya, sebaiknya telah pesan tiket sejak awal karena saat ini banyak maskapai penerbangan yang sudah menjual tiketnya untuk jauh hari yang akan datang memanfaatkan jaringan internet atau e-ticket

2. Sebelum tiket yang akan di beli akan di sahkan (issued) mohon cek kembali tentang jadwalnya (tanggal dan jam keberangkatan), jumlah serta nomor penerbangannya serta harga tiketnya.

3. Agar mempelajari / menanyakan tentang semua ketentuan yang berlaku dengan tiket yang akan di beli tersebut, misalnya cara pembayaran, berapa kilogram berat bewaan yang bisa di bawa tanpa tambahan ongkos, bagaimana jika terjadi sesuatu dan gagal berangkat terhadap tiket yang sudah di beli dan lain-lain.

4. Jika telah sampai pada hari keberangkatan, upayakan telah datang di Bandar udara 2 (dua) jam sebelum jam keberangkatan, agar proses pemeriksaan dan pelaporan (check-in) masih dalam waktu yang leluasa dan tidak tergesa-gesa.

5. Perhatikan, agar proses pemeriksaan di Bandar udara berjalan lancar, untuk tidak membawa barang-barang berbahaya, seperti benda-benda logam tajam misalnya pisau, korek api atau benda-benda mudah terbakar. Juga barang bawaan seperti tanaman dan hewan, kecuali telah membawa dokumen dari instansi yang berwenang.

6. Ikutilah petunjuk petugas selama berada di Bandar udara, agar prosesnya berjalan cepat dan lancar, senantiasa menjaga kebersihan dan bertanya kepada petugas jika ada hal yang kurang jelas.

7. Di Bandar udara, tersedia berbagai kebutuhan dari toilet, ruang tunggu penumpang, tempat ibadah (Musholla) toko-toko soulvenir dan kebutuhan lainnya hingga restaurant. Semuanya bisa di manfaatkan sesuai kebutuhan.

8. Terus memantau dan mengikuti petunjuk petugas atau pengumuman tentang kapan pesawat yang akan di tumpangi mulai boleh memasuki ruang tunggu berangkat dan kapan mulai boleh memasuki pesawat udara. Untuk kelancarannya, siapkan “boarding pass” ketika telah berada di ruang tunggu berangkat.

b. Bagi Pengantar dan Penjemput di Bandar Udara

1. Setelah sampai di Bandar udara, parkirlah mobil pada tempatnya, secara tertib dan teratur.

2. Mengantar atau menjemput, sampai pada area yang diperbolehkan. Jika karena suatu hal, misalnya yang di antar masih belum dewasa, telah berusia lanjut atau dalam kondisi sakit dan perlu di dampingi hingga di area khusus penumpang, mintalah informasi kepada petugas informasi tentang tata cara mendapatkan kartu tanda pengantar khusus.

3. Manfaatkan fasilitas umum di Bandar udara seperti tempat duduk, toilet, dan lain-lain sesuai keperluan dan tetap menjaga kebersihan.


Sumber : Juanda-Airport

Tips Kesehatan Selama Penerbangan

How Can I Improve Plane Travel?

Bawalah obat-obatan di dalam tas. Tanyakan kepada dokter Anda apakah dosis berubah ketika pola tidur dan makan Anda berubah. Bawalah obat berlebih jika kepulangan Anda di batalkan.
Jika anda penderita diabetes atau epilepsi, bawalah kartu identifikasi yang berisi nama dan nomor telepon dokter anda. Jangan lupa untuk membawa obat beserta nama dan nosisnya.
udara di dalam pesawat sangat kering, minumlah minuman bebas alkohol, bebas kafein and air untuk menghindari dehidrasi.

What Can I Do about Jet Lag?

Tidur sebelum keberangkatan
Jangan minum banyak alkohol
Makan makanan yang seimbang
Hindari makan berlebih
Olahraga
gunakan obat tidur selama beberapa hari
Biasakan diri dengan zona waktu baru dengan perubahan makanan and waktu tidur

What About Pain in My Ears?

Minum dekongestan (seperti pseudoephedrine) sebelum berangkat
Sering menelan dan mengunyah permen karet selama penerbangan
Berikan bayi susu botol atau empeng pada bayi

What else Shoul I Do?
Penyumbatan pembuluh darah kaki dapat terjadi setelah penerbangan yang lama pada orang sehat sekalipun. Cobalah untuk berjalan selama penerbangan (kecuali dilarang crew pesawat). Minum air putih juga dapat membantu.

Sumber : Forum Detik

INACA: Awasi ketat unsur asing di penerbangan

Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta pemerintah mengawasi secara ketat komposisi saham dalam maskapai lokal yang melakukan usaha bersama (joint enterprise) dengan asing.

Sekjen INACA Tengku Burhanuddin mengatakan pengawasan permodalan itu akan berpengaruh pada manajemen maskapai dan kemajuan maskapai nasional.

Sesuai UU No. 1/2009 tentang Penerbangan pasal 108 diatur badan hukum nasional harus menguasai 51% saham, sementara asing hanya 49%.

“Dalam AD/ART maskapai pun harus jelas mengenai permodalan tersebut. Jika tidak, asing bisa saja mengambil alih manajemen,” ujarnya seusai penganugerahan guru besar hukum penerbangan Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti Prof Kamis Martono, hari ini.

Dia menyatakan INACA mendesak pemerintah tetap memikirkan kepentingan nasional dengan membuat aturan baku yang lebih ketat guna mencegah penguasaan maskapai asing dalam penerbangan domestik dan internasional.

Burhanuddin juga menceritakan potensi dominasi maskapai asing di maskapai Indonesia berpeluang terjadi seiring dengan rencana masuknya Firefly Malaysia, anak usaha Malaysia Airlines.

Perusahaan penerbangan sedang bangkit. Jadi, jangan dirusak dan dirugikan, katanya.

Sebagai contoh, Burhanuddin menyakini maskapai Firefly yang berpatungan dengan investor nasional membentuk Firefly Indonesia dipastikan dikendalikan induk perusahaannya Firefly Malaysia.

Harus hati-hati karena pada umumnya di atas kertas sahamnya memang 51% Indonesia dan 49% Malaysia tetapi yang berkuasa dalam menentukan policy perusahaan yang minoritas, ungkap dia.(fh)

Sumber: Bisnis

Desain Terminal 3 Soekarno-Hatta diubah

Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): PT Angkasa Pura (AP) II mengubah desain Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dari konsep awal memiliki lima pier menjadi dua pier.

Direktur Operasi & Teknik AP II S. Tulus Pranowo mengatakan desain baru itu untuk memberikan keleluasaan pesawat melakukan manufer di wilayah apron karena terminal berbentuk U. Saat ini, desain keseluruhan Terminal 3 sudah selesai dikerjakan dengan kapasitas daya tampung 20 juta orang, katanya hari ini.

Dia memaparkan desain baru itu akan terlihat dari atas berbentuk U dengan sejumlah fasilitas tambahan seperti kawasan bawah tanah yang akan menghubungkan satu pier dengan pier lainnya. Tulus enggan menyebutkan perusahaan konsultan desain yang memenangkan pengerjaan desain baru terminal itu dengan alasan akan diumumkan panitia lelang.

Yang jelas bukan yang membuat desain pier pertama Terminal 3 karena perusahaan itu tidak ikut lelang, ujar dia.

Pier I Terminal 3 yang telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pad April 2009, ucap Tulus, desainnya dikerjakanb PT Angkasa Pura Schiphol (PT APS), anak usaha PT Angkasa Pura II dalam bidang jasa konsultan kebandarudaraan.

Pier I Terminal 3 memiliki luas keseluruhan 30.000 meter dengan model bangunan memanjang 800 meter. Di dalam terminal sengaja didesain agar alur penumpang datang dan pergi bertemu di commercial area.

Setelah check-in di ruangan seluas 2.231 meter dengan 30 counter check-in, penumpang langsung memasuki areal komersial. Begitu juga penumpang yang datang, jalurnya ke areal yang sama. Areal komersial ini memiliki 4 modul dengan luas 3.200 meter. Tulus juga menyebutkan proyek lanjutan Terminal 3 Soekarno-Hatta akan dikerjakan dengan menggunakan dana internal.(msb)

Sumber : Bisnis

RAL: Kami maskapai medium service terdepan

Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL) menetapkan diri sebagai maskapai layanan menengah (medium service) terdepan di Indonesia.

Direktur Utama RAL Teguh Triyanto mengatakan penetapan itu menyusul adanya revisi Keputusan Menhub KM 9/2002 yang akan menggolongkan maskapai dalam tiga kategori layanan selama penerbangan.

Ketiga katgeori itu adalah maskapai pelayanan penuh (full service), layanan menengah (medium service) dan minimum (no frills).

Selama ini, pelayanan kami sudah medium sehingga dikenal penumpang, ujarnya hari ini.

Menurut dia, RAL diproyeksikan menjadi maskapai medium service terdepan setelah keluarnya revisi KM 9/2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi.

Kriteria maskapai no frills a.l. tak ada layanan bagasi, jarak antarkursi 29 inchi, tidak ada hiburan dalam pesawat, dan tak ada makan-minum.

Kategori pelayanan menengah a.l. jarak antarkursi 29-31 inchi, makanan ringan, bagasi terbatas, sedangkan pelayanan penuh memberikan makan minum yang lengkap, jarak antarkursi 32 inchi, bagasi hingga 20 kilogram, dan hiburan dalam pesawat.

Dia menuturkan pihaknya telah menetapkan sebagai maskapai feeder utama pada saat liberalisasi penerbangan Asean melalui kerja sama strategis dengan maskapai lain di Indonesia.(er)

Sumber: Bisnis

Kereta Langsung Bandara Juanda

SURABAYA - SURYA- Dishub & LLAJ Jatim akan membuat jalur kereta api (KA) tembus ke Bandara Juanda. Kereta listrik ini bakal dioperasikan paling lambat 2012.
Kabid Pengembangan Transportasi Dishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, jalur KA ini akan menjadi alternatif warga yang akan ke bandara. Selain naik bus dan taksi, mereka juga bisa naik kereta.

Rencana membuat jalur KA langsung ke bandara ini menguat setelah Ditjen Perkereta-apian memastikan menindaklanjuti rekomendasi SNCF Perancis yang disampaikan kepada PT KA sekitar 1997.

Dalam rekomendasi, jalur KA di kota metropolitan seperti Surabaya dan sekitar disarankan tidak dibangun sebidang dengan jalan raya. Posisi rel, dianjurkan di atas jalan (elevated). “Menindaklajuti rekomendasi SNCF, Gubernur Jatim sudah menandatangani MoU) dengan Menhub,” ujar Wahid, Minggu (14/3).

Wahid yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jatim ini menyatakan pihaknya telah mengkaji dan me-review design berdasar rekomendasi SNCF. “Tahap awalnya adalah ruas rel KA dari Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda. Ini yang akan jadi prioritas realisasi awal,” jelasnya.

Ruas itu dipilih, karena berdasar data penumpang, pada koridor utara–selatan, volume penumpang paling padat dibandingkan koridor lainnya. Untuk mewujudkan rute awal ini, konsep yang diusung adalah memanfaatkan lahan yang ada.

Bentuknya, dari ruas rel di Aloha Sidoarjo, akan disambung belok kiri menuju Juanda dengan memanfaatkan ruas lahan di tengah-tengah jalan kembar (doubel way) Jl Raya Juanda lama hingga pertigaan jalan baru di sekitar hotel Utami lalu belok kiri hingga perempatan Sedati, dan langsung lurus ke Jl Raya Juanda Baru menuju Bandara Juanda.

“Pemanfaatan tengah lahan di jalan raya ini untuk menghindari pembebasan lahan yang seringkali menjadi kendala mewujudkan rencana besar,” tegas Wahid.

Wahid berharap pada 2010 ini detail engineering design (DED) proyek tuntas sehingga tahun berikut pengerjaan bisa dimulai. “Kalau tak bisa 2010, paling lambat ya 2012,” imbuhnya.

Mengenai KA yang dipakai, pihaknya akan menggunakan KA listrik baru (light rail). Meski di Jakarta KA jenis ini sudah lama dioperasionalkan, tapi di wilayah Jatim, mulai Daops VII, Daops VIII, dan Daops IX, belum ada satupun yang menggunakannya. “Anggarannya semua menggunakan dana APBN. Ini nanti akan menjadi embrio angkutan massal perkotaan di Jatim yang berbasis rel,” tukas Wahid.

Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Herry Catur Winarno membenarkan rencana pengembangan ruas rel baru dari Stasiun Gubeng menuju Bandara Juanda. “Pembahasan konsep dan design realisasi program yang berasal dari rekomendasi SNCF sudah beberapa kami lakukan dengan pemprov dan sejumlah lembaga lain,” katanya.

Herry berharap jalur Gubeng – Juanda dan sebaliknya dapat segera beroperasi. Dengan begitu, masyarakat – terutama yang menuju Bandara Juanda lebih banyak punya pilihan.

Tepat dan Murah

Selain ruas rel baru yang memanfaatkan lahan di tengah-tengah jalan kembar (doubel way) Jl Raya Juanda lama sampai Jl Raya Juanda Baru, sebenarnya ada tiga alternatif rute lain yang dapat dipakai untuk jalur rel baru dari Stasiun Gubeng menuju Bandara Internasional Juanda.

Alternatif pertama adalah dari Bundaran Waru rel melewati tepi sungai di selatan jalan tol Waru – Juanda. Kedua, dari Bundaran Waru rel mengikuti jalan yang ada tepat di sisi jalan tol Waru – Juanda. Ketiga, rel menggunakan viaduk dari Bundaran Aloha yang dibangun di atas jalan nasional hingga bandara.

Tapi, pemerintah dipastikan akan memilih alternatif memanfaatkan lahan di tengah jalan kembar, karena alternatif dinilai paling murah, tanpa harus dipusingkan masalah pembebasan lahan yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun. “Selain itu, dapat lebih cepat dikerjakan,” kata Isa Anshori, Kabid Kereta Api dan ASDP Dishub & LLAJ Jatim didampingi Achmad Fadil, Kasi Perkeretaapian, Minggu (14/3).

Menurut Isa, selain membangun rel baru menuju Bandara Juanda, pihaknya juga merencanakan untuk membuka sejumlah rute baru perjalanan KA, seperti rute dari Kandangan – Waru, Sawotratap – Juanda, dan Waru – Sawotratap.nuji


Sumber : Juanda Airport

Sriwijaya Air Proyeksikan Jadi Maskapai Premium

SURABAYA, KOMPAS.com - Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air secara bertahap kini mulai memproyeksikan diri untuk beralih menjadi maskapai premium. Dipilihnya segmen premium ini untuk mengantisipasi adanya pemberlakukan kebijakan udara terbuka se-Asia Tenggara (ASEAN Open Sky Policy) pada 2015.

Secara bertahap kami akan tingkatkan kelas menjadi kelas premiun full service guna melayani 35 rute penerbangan yang telah ada, ujar Public Relation Manager Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang saat dikonfirmasi, Jumat (19/3/2010).

Ia menegaskan, target Sriwijaya adalah menghadapi ASEAN Open Sky Policy dengan meningkatkan pelayanan penumpang secara maksimum, salah satunya dengan beralih menjadi maskapai premium. Rencananya, secara bertahap Sriwijaya Air juga bakal mengganti armadanya yang lama dari Boeing 737-300 hingga 400 diganti dengan Boeing seri terbaru.

Menurut Ruth, dengan naik kelas menjadi maskapai penerbangan premium, manajemen Sriwijaya Air berupaya meningkatkan pelayanan penumpang lebih baik lagi yang sebelumnya fokus membidik segmen middle. Kami sangat realistis dengan naik kelas otomatis semua pelayanan harus maksimal, katanya.

Mengenai target load factor, dengan naik kelas ke premium, diakuinya secara otomatis targetnya bakal ditingkatkan lagi dari semula 80 persen saat di kelas middle dan naik menjadi 89 persen di kelas premium.

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air, dalam dua tahun terakhir ini tercatat telah mengangkut 4,8 juta penumpang pada 2008. Sedangkan pada tahun 2009 jumlah penumpang yang diangkut menjadi 5,4 juta pada 2009. Pada 2010 target kami diharapkan mampu mengangkut penumpang 6 hingga 7 juta orang bersamaan dengan naik kelas menjadi maskapai premium, katanya.

Sumber : Kompas

AirAsia Targetkan Angkut 3 Juta Penumpang

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Indonesia AirAsia menargetkan jumlah penumpangnya meningkat 20 persen tahun ini. Dari angka 2,5 juta pada 2009 menjadi 3 juta penumpang pada 2010. Direktur Pemasaran & Distribusi AirAsia Widijastoro Nugroho menyatakan, AirAsia akan menggemukkan jumlah penumpang melalui tiga cara.

Kami akan memperbaiki rute, kemudian melakukan optimalisasi flying hours, dan meningkatkan kapasitas pesawat dengan mengganti 4 Boeing yang masih kami operasikan menjadi Airbus, kata Widijastoro, akhir pekan lalu.

Dengan mengganti Boeing 737-300/400 menjadi Airbus A320 saja, kapasitas pesawat AirAsia sudah bertambah dari 148-160 tempat duduk menjadi 180 tempat duduk. Sementara untuk mengoptimalkan flying hours, dari yang tadinya hanya 12 jam per pesawat akan dinaikkan menjadi 13 jam sampai 15 jam per pesawat.

Saat ini, AirAsia tengah menjajaki layanan corporate flight dengan beberapa perusahaan, salah satunya dengan ConocoPhilips. Perusahaan refiner terbesar kedua di Amerika Serikat itu meminta banyak penerbangan ke Singapura.

AirAsia sudah memiliki kontrak corporate flight dengan sejumlah perbankan, di antaranya CIMB Niaga dan Danamon, yang banyak melakukan penerbangan ke Malaysia dan Singapura. Sejauh ini memang pendapatan kami dari corporate masih lebih kecil dibandingkan penerbangan reguler, tetapi jumlahnya terus bertambah, kata Widjiastoro.

Sebelumnya, Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi mengatakan, tahun ini maskapainya berencana membuka dua rute internasional baru, yaitu menuju Brunei dan Filipina. Untuk itu, kini AirAsia tengah mengurus perizinannya dari otoritas penerbangan di tiap-tiap negara terkait.

Selain itu, kami juga masih menunggu Airbus-nya tiba. Rencana untuk membuka dua rute baru ini sesuai dengan rencana AirAsia Group untuk bisa mengoneksi seluruh Asia, kata Dharmadi. Indonesia AirAsia sendiri saat ini sudah memiliki rute internasional Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. (Gentur Putro Jati/Kontan)

Sumber: Kompas


Purwanto GM Angkasa Pura Bandara Hasanuddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Suasana formal langsung tergambar dari wajah para karyawan dan tamu undangan yang menghadiri acara serah-terima jabatan GM Angkasa Pura I Bandara Samratulangi bertempat di Siladen Room, Hotel Ritzy Manado (18/3/2010).


"Terimakasih untuk Pak Purwanto yang sudah 18 bulan di Manado dan akan segera pindah tugas dengan posisi yang sama di Bandara Sultan Hasanudin Makasar, juga selamat datang untuk Pak Hery Sikado yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Kantor Pusat," urai Bambang Sidarto selaku Direktur Utama Angkasa Pura saat memberikan kata sambutan.

Pria berkacamata ini memastikan kinerja Angkasa Pura I Bandara Samratulangi akan segera menyongsong visi dan misi sebagai pintu gerbang utara (Northway Gate) dunia. "Kita tahu kalau orang mau ke Jepang, singgahnya ke Singapore karena bandara Changi Singapore dianggap lebih layak di Asia ini, kalau Bandara Samratulangi berbenah maka bukan tidak mungkin penerbangan-penerbangan internasional akan pindah ke Manado," harap Sidarto.

Sedangkan Purwanto yang segera terbang ke Makasar bersama Bambang Sidarto untuk melakukan serah terima jabatan, memastikan dalam periode 5 tahun ini akan ada banyak pembenahan di bandara Samratulangi.

"300 kursi tunggu akan dibangun di lantai 1 saat ini, dan nanti semua restoran akan kami tampung di foodcourt lantai 2, area tunggu (waiting zone) juga akan segera dibangun permanen, sementara ini sudah dalam proses pelelangan, tugas Pak Hery nantinya karena Saya akan segera ke Makasar," urainya.

Sedangkan Hery Sikado selaku GM Angkasa Pura I yang baru memastikan untuk anggaran biaya pembenahan Angkasa Pura I sudah ada. "Tinggal dijalankan saja sesuai prosedur," tandasnya. (*)

Editor : Harismanto