Kereta Langsung Bandara Juanda

SURABAYA - SURYA- Dishub & LLAJ Jatim akan membuat jalur kereta api (KA) tembus ke Bandara Juanda. Kereta listrik ini bakal dioperasikan paling lambat 2012.
Kabid Pengembangan Transportasi Dishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, jalur KA ini akan menjadi alternatif warga yang akan ke bandara. Selain naik bus dan taksi, mereka juga bisa naik kereta.

Rencana membuat jalur KA langsung ke bandara ini menguat setelah Ditjen Perkereta-apian memastikan menindaklanjuti rekomendasi SNCF Perancis yang disampaikan kepada PT KA sekitar 1997.

Dalam rekomendasi, jalur KA di kota metropolitan seperti Surabaya dan sekitar disarankan tidak dibangun sebidang dengan jalan raya. Posisi rel, dianjurkan di atas jalan (elevated). “Menindaklajuti rekomendasi SNCF, Gubernur Jatim sudah menandatangani MoU) dengan Menhub,” ujar Wahid, Minggu (14/3).

Wahid yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jatim ini menyatakan pihaknya telah mengkaji dan me-review design berdasar rekomendasi SNCF. “Tahap awalnya adalah ruas rel KA dari Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda. Ini yang akan jadi prioritas realisasi awal,” jelasnya.

Ruas itu dipilih, karena berdasar data penumpang, pada koridor utara–selatan, volume penumpang paling padat dibandingkan koridor lainnya. Untuk mewujudkan rute awal ini, konsep yang diusung adalah memanfaatkan lahan yang ada.

Bentuknya, dari ruas rel di Aloha Sidoarjo, akan disambung belok kiri menuju Juanda dengan memanfaatkan ruas lahan di tengah-tengah jalan kembar (doubel way) Jl Raya Juanda lama hingga pertigaan jalan baru di sekitar hotel Utami lalu belok kiri hingga perempatan Sedati, dan langsung lurus ke Jl Raya Juanda Baru menuju Bandara Juanda.

“Pemanfaatan tengah lahan di jalan raya ini untuk menghindari pembebasan lahan yang seringkali menjadi kendala mewujudkan rencana besar,” tegas Wahid.

Wahid berharap pada 2010 ini detail engineering design (DED) proyek tuntas sehingga tahun berikut pengerjaan bisa dimulai. “Kalau tak bisa 2010, paling lambat ya 2012,” imbuhnya.

Mengenai KA yang dipakai, pihaknya akan menggunakan KA listrik baru (light rail). Meski di Jakarta KA jenis ini sudah lama dioperasionalkan, tapi di wilayah Jatim, mulai Daops VII, Daops VIII, dan Daops IX, belum ada satupun yang menggunakannya. “Anggarannya semua menggunakan dana APBN. Ini nanti akan menjadi embrio angkutan massal perkotaan di Jatim yang berbasis rel,” tukas Wahid.

Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Herry Catur Winarno membenarkan rencana pengembangan ruas rel baru dari Stasiun Gubeng menuju Bandara Juanda. “Pembahasan konsep dan design realisasi program yang berasal dari rekomendasi SNCF sudah beberapa kami lakukan dengan pemprov dan sejumlah lembaga lain,” katanya.

Herry berharap jalur Gubeng – Juanda dan sebaliknya dapat segera beroperasi. Dengan begitu, masyarakat – terutama yang menuju Bandara Juanda lebih banyak punya pilihan.

Tepat dan Murah

Selain ruas rel baru yang memanfaatkan lahan di tengah-tengah jalan kembar (doubel way) Jl Raya Juanda lama sampai Jl Raya Juanda Baru, sebenarnya ada tiga alternatif rute lain yang dapat dipakai untuk jalur rel baru dari Stasiun Gubeng menuju Bandara Internasional Juanda.

Alternatif pertama adalah dari Bundaran Waru rel melewati tepi sungai di selatan jalan tol Waru – Juanda. Kedua, dari Bundaran Waru rel mengikuti jalan yang ada tepat di sisi jalan tol Waru – Juanda. Ketiga, rel menggunakan viaduk dari Bundaran Aloha yang dibangun di atas jalan nasional hingga bandara.

Tapi, pemerintah dipastikan akan memilih alternatif memanfaatkan lahan di tengah jalan kembar, karena alternatif dinilai paling murah, tanpa harus dipusingkan masalah pembebasan lahan yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun. “Selain itu, dapat lebih cepat dikerjakan,” kata Isa Anshori, Kabid Kereta Api dan ASDP Dishub & LLAJ Jatim didampingi Achmad Fadil, Kasi Perkeretaapian, Minggu (14/3).

Menurut Isa, selain membangun rel baru menuju Bandara Juanda, pihaknya juga merencanakan untuk membuka sejumlah rute baru perjalanan KA, seperti rute dari Kandangan – Waru, Sawotratap – Juanda, dan Waru – Sawotratap.nuji


Sumber : Juanda Airport